Ketinggalan Bus? Tidaaak!

Terlalu asyik jalan-jalan sampai lupa waktu itu hal yang wajar. Kalau masih ada waktu harus dimanfaatkan sebaik-baiknya, bukan? Namun, tetap mesti ingat bahwa kita punya prioritas, jadi disiplin waktu itu sangat penting, karena kalau tidak hal-hal sial pun bisa terjadi. Apa jadinya kalau kalian sampai ketinggalan bus dan tidak tahu mesti tidur di mana karena tidak displin waktu? Saya pun nyaris ketinggalan bus saat berada di Barcelona hendak kembali ke Paris.

Kebetulan saat itu hari terakhir saya di Barcelona, kebetulan juga salah seorang teman sedang berada di sana, jadi dia mengajak saya untuk bertemu dan jalan-jalan bareng. Kenapa tidak? Lumayan juga karena hampir setiap hari saya keliling kota sendirian, paling tidak kali ini ada teman ngobrol. Saya iyakan saja.

Sekitar pukul 1 siang kami akhirnya memutuskan untuk bertemu di La Rambla. Walau kawasan ini sangat ramai, tapi juga sangat luas jadi kami bisa lebih banyak mengesplorasi tempat ini. Saking luasnya La Rambla ini, perjalanan kami serasa tidak ada akhirnya, tak berujung, apalagi di kawasan ini terdapat banyak toko bermerek yang bikin mupeng pengin belanja tiap lirik kiri kanan. Alhasil, kami memutuskan untuk jalan ke Platja de la Barceloneta saja, kawasan pantai yang super ramai padahal ini pantai buatan. Hadeh… Tak apalah yang penting tahu, barangkali ada sesuatu yang menarik.

Puas jalan-jalan di pantai, kami ingin kembali ke La Rambla karena tiba-tiba Ravin bilang dia akan ikut free walking tour dan mengajak saya untuk ikut. Okelah, lumayan, kan, bisa ikutan tur gratis plus dapat tambahan wawasan tentang Barcelona. Saya iyakan lagi. Namun, waktu kami cukup terkuras karena menunggu kedatangan bus yang ngaret.

Sampai lagi kami di La Rambla dan nyaris terlambat ikutan tur karena bus yang telat tadi, beruntunglah tur guide kami tidak mempermasalahkan dan tetap bisa ikut tur. Fiiuuuh. Ikutan free walking tour ini lumayan juga, karena selain gratis kita bisa bertemu dengan turis dari seluruh dunia (yang kere seperti saya tentunya) dan dapat informasi tentang suatu tempat yang kadang tidak bisa kita temukan di internet. Untuk mendaftar tur ini bisa dengan cara online. Cari saja di google “free walking tour” dengan nama kota di mana kalian berada, lalu akan muncul banyak pilihan. Saya menyarankan pilih yang dari perusahaan Sandemans saja, karena ia ada di berbagai kota di Eropa. Walau namanya free tour tapi tetap saja di akhir tur kita diharapkan memberi uang tip kepada tur guide. Itung-itung biaya lelah dia. Saya cukup menyarankan kalian ikut free walking tour bila ingin mengisi waktu luang dan malas jalan sendirian.

Tur selama dua jam ini terasa cukup menyenangkan dan tak terasa padahal kami sudah jalan ke sana kemari dan masuk sana sini. Setelah selesai tur, saya tanya Ravin mau ngapain lagi karena saya masih punya beberapa jam sebelum kembali ke Paris. Spontan saja Ravin mengajak ke Magic Fountain of Mountjuïc, karena dekat dengan hotelnya. Jadi, setelah dari sana saya juga bisa langsung balik ke hostel yang sejalur dengan tempat itu.

Sampai di Magic Fountain, kami jalan sana sini, explore berbagai tempat, naik bukitnya, nonton orang ngamen bersuara asyik, sampai saya lupa waktu. Di saat inilah kesialan menimpa saya. Waktu menunjukkan pukul 17.30. Tidaaak! Saya kan mesti ke stasiun bus pukul 18.00. Belum lagi ambil koper yang saya titipkan di hostel. Apalagi saya harus jalan dari metro sekitar 10 menit menuju hostel. Sudah begitu dari hostel saya mesti naik bus menuju stasiun. Duh. Mengingat bus di sini tidak se-on time di kota Eropa lainnya, saya langsung sakit perut dan panik. Kalau saya ketinggalan bus bagaimana?

Pukul 17.45 saya sampai hostel. Cepat-cepat saya ambil koper dan langsung menuju perhentian bus terdekat untuk menuju ke terminal bus Barcelona Nord. Untung bus tidak telat, jadi saya cukup lega. Sekitar 10 menit-an, sampailah saya di perhentian bus stasiun. Saya pikir, setelah sampai di sini saya bakal langsung tiba di terminal bus, yah kalau jalan sedikit tidak apalah. Ternyata, saya mesti jalan lagi! Kata Google Maps, sih, 5 menit. Nyatanya saya mesti jalan 10 menit, mana harus geret koper yang cukup berat. Mati saya!

Sudah pukul 18:15. Saya pasrah saja, kalau saya beneran ketinggalan bus. Dengan berpeluh plus kaki yang gempor, saya sampai di terminal bus, dan segera mencari bus yang akan pergi ke Paris. Lho, kenapa tidak ada bus? Waduh, beneran ketinggalan bus, deh, saya, nih. Noooo! Tak lama kemudian, sebuah bus datang dan parkir. Saat sang sopir turun, saya langsung menodongnya dengan pertanyaan, “Bus à Paris, Monsieur ?” “Oui”, jawab Pak Sopir. Fiiiuuh… Rasanya lega benar. Saya tidak jadi ketinggalan bus dan tidur di emperan toko.

Advertisements

4 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s