Wafel Asli Enak Ada di Brussel

Belgia terkenal sebagai negara pengolah coklat yang enak dan sudah terkenal di seluruh penjuru dunia. Betul. Pengolah, ya, bukan penghasil.

Saya jadi merasa gimana gitu, padahal Indonesia juga salah satu penghasil coklat berkualitas, tapi kenapa tidak bisa menjadikannya terkenal ke seluruh dunia? Bayangkan betapa pintarnya pemerintah Belgia mengolah coklat yang dibeli dari berbagai negara menjadi coklat yang diekspor ke seluruh dunia dan malah menjadi coklat khas Belgia yang otentik.

Ya sudahlah, terlepas dari masalah coklat ini, saya rasa ada satu hal yang memang menjadi the one and only authentic thing yang dimiliki Belgia, yaitu wafel.

Sebelumnya wafel yang saya cicipi itu hanya yang dijual di mal-mal di Bali alias wafel-wafelan. Yah, yang penting wujudnya seperti wafel. Kalau ditanya masalah rasa, ya bisa biasa, bisa enak, atau bisa enak banget (yang ini jarang terjadi).

Setelah sampai di Brussel barulah saya sadar kalau wafel di sini itu benar-benar enak. Kalau kalian ke Brussel, mampirlah ke Grand Place. Ini tempat yang wajib dikunjungi, sih. Jangan pedulikan kalau orang bilang ini tempat mainstream atau apa, nyatanya memang tempat ini salah satu situs sejarah dan bagus, kok.

Nah, di sinilah kalian akan nemu banyak toko penjual wafel, dari yang menawarkan topping standar sampai yang aneh-aneh pun ada. Saran saya, cari saja toko yang paling menarik buat kalian atau yang paling ramai. Biasanya tempat yang paling ramai menandakan tempat itu memang oke, bukan?

Umumnya wafel saja tanpa topping harganya 1 Euro. Jika ingin dengan tambahan topping lain cukup menambah 1 Euro juga untuk tiap topping. Mungkin di tiap-tiap toko harganya bisa beda. Saking banyaknya pilihan, rasanya pengin pesan semua, apalagi tampilan di display-nya pun menarik perhatian mata.

Waktu itu saking bingungnya mau pakai topping apa, ujung-ujungnya saya beli wafel dengan topping karamel, whipped cream, dan taburan kacang. Jadi, saya bayar seharga 4 Euro untuk wafel saya ini.

Saat mencobanya, widiih… Nyummyyy benar! Rasanya memang benar-benar enak. Wafelnya cukup besar, fluffy, dan tidak bikin enek dengan topping yang creamy begitu. Ini kali pertama saya makan wafel yang sebegini enak. Terkesan lebay, ya? Tapi memang begitulah adanya.

Karena saya ke sana saat awal musim semi, cuaca pun masih tergolong dingin, walaupun ada matahari. Selain itu, karena waktu itu saya santai dan masih bingung mau pergi ke mana, jadi siang itu saya habiskan dengan makan siang wafel karamel dengan krim kocok dan taburan kacang yang hangat sambil melihat orang-orang lalu lalang di Grand Place. Kenyang dan senaaaang!

P.S. Saat saya di Amsterdam, saya pun tidak melewatkan untuk mencicipi wafel lokal setempat, tapi rasanya biasa saja. Mungkin karena saya sudah mencoba wafel terenak di Belgia, jadi yang lain terasa biasa saja, apalagi yang made in Indonesia. Menurut kalian? Hihihi.

Advertisements

7 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s