Food Photography is Fun!

Semua orang setuju kalau makanan itu sesuatu yang sudah sangat dekat dengan makhluk hidup. Tentu, dong, makanan, kan, sumber energi bagi kita semua. Saya sendiri orangnya juga kadang suka ngemil. Walau sekarang sudah gak terlalu parah seperti dulu.

Kali ini, saya akan menceritakan pengalaman awal saya tertarik pada dunia fotografi makanan atau istilah bekennya food photography.

Sebenarnya, ketertarikan saya terhadap fotografi makanan sudah timbul sejak tahun 2015, saat tanpa sengaja saya melihat akun Instagram orang Singapura yang foto-foto makanannya keren banget, minimal tapi juga stylish. Namun, waktu itu saya sekadar suka lihat saja belum berniat untuk benar-benar foto makanan apalagi nge-post di Instagram.

Soalnya saya juga khawatir, orang-orang, kan, kenal saya sebagai pemburu tembok alias wall hunter dan seorang minimalist. Jadi, kalau ada postingan makanan di feed Instagram saya kesannya bagaimana gitu. Biasalah Instagrammer itu banyak pertimbangannya. Hehe.

tumblr_inline_o8wyr2rXtd1r1zco1_500

Saya akui bahwa Kenneth Lim (@klzw) lah, Instagrammer Singapura yang mengispirasi saya untuk memberanikan diri memulai memfoto makanan, dengan foto-foto makanannya yang minimal dan close-up.

Saya benar-benar terkesan dengan kemampuannya bisa memotret, baik makanan utama maupun sekadar snack, dengan baik tapi juga tetap enak dilihat.

tumblr_inline_o8wyrtngWI1r1zco1_500

Sejak saat itulah saya mulai mengamati banyak fotografer makanan, belajar bagaimana memotret dengan sederhana, dan memotivasi diri untuk ikut lokakarya fotografi makanan. Dari sana, saya dapat banyak ilmu baru tentang dunia fotografi makanan.

Sebelumnya, saya gak pernah ngerasa bisa memotret makanan dengan baik, sampai suatu hari saya menang, untuk pertama kalinya, suatu kontes foto makanan yang diselenggarakan oleh sebuah toko kamera terkenal dan didukung oleh beberapa food blogger yang berbasis di Bali. Itulah yang akhirnya meningkatkan rasa percaya diri saya.

Saat itu, saya hanya menggunakan ponsel pintar saja, gak ada, deh, kamera mahal dengan peralatannya yang segambreng dan mahal itu. Pokoknya hanya foto dengan gaya saya, yaitu minimal. Entah bagaimana, para juri senang dan foto saya dimenangkan. Senang dan bangga juga, sih. Hehe.

tumblr_inline_o8wyt7QSR21r1zco1_500

Jenis makanan yang saya foto berupa makanan untuk sarapan, yaitu roti panggang, secangkir kopi, dan sebuah pot bunga di atas meja bundar. Alih-alih memotretnya dari atas alias dengan gaya flatlays seperti yang banyak orang biasanya lakukan, saya justru memotretnya dari depan sejajar dengan makanan dengan latar belakang tembok di luar kafe. Dan voilà, sepertinya itu foto makanan saya yang paling berkesan sejauh ini. Hehe.

Bagaimana saya mengonseptualisasikan ide saya?

Sederhana saja. Saya sudah sejak lama menggemari tembok yang luas, polos tapi unik, dan sekarang saya juga menggemari makanan. Saya ingin menggabungkan dua hal itu ke dalam kombinasi yang menarik tapi juga sederhana. Walhasil, saya ingin membuat semuanya kelihatan sederhana tapi juga elegan dan tentunya langsung fokus ke objeknya. Gak neko-neko.

tumblr_inline_o8wyturGyD1r1zco1_500

tumblr_inline_o8wyuwcXQd1r1zco1_500

tumblr_inline_o8wyv37e9S1r1zco1_500

Apa tantangan dalam memotret makanan?

Bagi saya, memotret makanan sama halnya dengan memotret orang, yaitu sama-sama memperlakukannya dengan hati-hati dan penuh perhatian. Tapi di sini, makanan tidak bisa bicara sedangkan manusia bisa. Tantangannya, bagaimana kita bisa membuat makanan itu kelihatan sefotogenik model. Memang akan butuh waktu sedikit lebih banyak, usaha yang lebih keras, dan kesabaran. Namun, selama kita melakukannya dengan senang ini akan menjadi pekerjaan yang fun.

tumblr_inline_o8wyw5ZF2R1r1zco1_500

tumblr_inline_o8wywo4dqQ1r1zco1_500

tumblr_inline_o8wyx44Wo21r1zco1_500

tumblr_inline_o8wyxkA0YF1r1zco1_500

Intinya, saya hanya ingin menunjukkan kepada semua orang kalau makanan juga bisa dibuat menjadi sesuatu yang menarik untuk difoto. Foto makanan bukan berarti mesti pergi ke restoran mahal dengan makanan mewah (ya, saya juga ogah kecuali diundang. Hehe). Cuma es krim cone dipadukan dengan latar tembok yang unik juga bisa menghasilkan foto makanan yang menarik dan tentunya tampak enak.

Yang lebih penting lagi bagi saya, bagaimana kita bisa mengapresiasi sebuah hidangan yang bisa memberikan suatu kesenangan tersendiri bagi orang-orang. Itu yang ingin saya bagikan lewat fotografi makanan.

tumblr_inline_o8wyy787ZN1r1zco1_500

 

All photos by Sadawayans.

Artikel ini pernah dimuat di Kanekin Magazine 5th issue (2016).

 

Advertisements

3 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s