Jalan-jalan ke Turki Selatan

Bila ditanya ingin ke mana di Turki kepada kebanyakan orang Indonesia, mereka pasti akan menjawab Istanbul atau Cappadocia. Dua tempat populer di kalangan orang kita ini adanya di Turki bagian Utara atau termasuk Turki bagian Eropa. Saya jarang sekali dengar orang Indonesia tahu daerah di kawasan Turki bagian Asia yang letaknya lebih ke Selatan. Padahal bagi orang Barat jalan-jalan ke daerah ini sudah seperti liburan ke Bali karena banyak terdapat pantai dan wisata alam lainnya, serta cuacanya pun tidak terlalu ekstrem saat musim dingin.

Saya beruntung sekali dapat kesempatan jalan-jalan ke Turki bagian Selatan ini. Walau hanya beberapa hari, saya dan teman-teman sempat mengunjugi tiga kota yang masing-masing memiliki kekhasan tersendiri, seperti Adana, Konya, dan Antalya. Detil tentang kota-kota yang saya kunjungi tersebut akan saya bahas di tulisan terpisah.

Senangnya di daerah Selatan ini, walau sedang musim dingin temperaturnya tidak sedingin seperti di Eropa, bahkan masih lebih dingin saat saya ke Eropa saat musim semi tahun lalu. Bagi saya cuacanya sejuk, menyegarkan, dan tidak terlalu berangin. Namun, walau begitu, tetap saya sarankan untuk membawa light jacket bila tidak kuat dengan cuaca dingin, karena kadang di malam hari temperaturnya bisa mencapai 3 derajat.

Banyak hal baru tentang Turki yang saya ketahui, terutama tentang sejarahnya yang beratus-ratus tahun lamanya, dan saya terkesima. Bagusnya, walau sudah berupa situs, tempat-tempat bersejarah di sana masih dirawat dengan baik dan dijadikan tempat wisata populer. Bahkan, situs yang cuma berupa puing-puing batu saja ramai dikunjungi wisatawan asing. Saya rasa akan jarang ada orang Indonesia yang tertarik ke tempat-tempat seperti itu karena bagi orang kita lebih menarik ke tempat-tempat populer yang bisa buat foto-foto. Hehehe. Kata tur guide kami, ia bisa ngomong sampai berjam-jam untuk cerita tentang suatu situs kepada tamu asing, dan mereka antusias menyimak. Sedangkan orang kita dengar cerita beginian beberapa menit saja sudah pasti langsung ngantuk. Hahaha.

Saya sangat merekomendasikan kalian untuk berkunjung ke Turki Selatan, karena selain banyak situs sejarah, wisata alamnya sangat naudzubillah indahnya! Waktu ke wisata air terjun saya sempat nyaris tertinggal bus karena keasyikan bengong menikmati air terjunnya yang segar, padahal temperatur saat itu 7 derajat dan dingin banget. Selain itu, wisata religi juga tersedia, terutama bagi umat muslim dan nasrani. Banyak masjid besar dan bersejarah, serta gereja peninggalan Santa Claus yang asli pun ada!

Satu kendala di sini hanya orang-orangnya tidak ada yang bisa bahasa Inggris. Saya pun heran. Bahkan, pegawai hotel berbintang saja tidak jago bahasa Inggris. Saat saya tanya di mana toilet pakai bahasa Inggris ke salah satu pegawai hotel, dia bingung dan bilang, “Sorry, I don’t speak Chinese.” Gubrak! Lha, kalau tidak bisa bagaimana dia tahu cara ngucapin kalimat tadi dan tahu kata Chinese, padahal saya, kan, tanya pakai bahasa Inggris. Mungkin hanya kalimat itu yang ia hafal di luar kepala. Ini juga membuktikan kalau turis Tiongkok makin sering traveling ke berbagai negara saat ini, dan kebetulan memang saya lihat banyak turis Tiongkok (dengan rombongan tentunya) liburan di sana. Pas ketemu toilet saya ngikik sambil terkencing-kencing. Saya rasa, kemampuan berbahasa Inggris bukanlah syarat utama untuk bisa bekerja sebagai pegawai hotel di sana. Yang penting penampilan menarik. Hahaha.

Oya, kalau ke sini, saya lebih menyarankan untuk ikut tur saja, karena transportasi cukup sulit dan jarak antar satu kota ke kota lainnya jauh. Sekarang sudah banyak agen perjalanan Indonesia yang buka paket ke Turki dengan harga yang terjangkau dan kebanyakan sudah all-in, salah satunya Sors Travel yang memang basis utamanya ada di Turki, tapi kantornya ada di Jakarta. Jadi, sudah terpercaya juga. Selain itu, guide-nya juga berbahasa Indonesia. Tentu akan lebih mudah bagi kita untuk memahami cerita suatu tempat, dan gak perlu susah-susah mikir lagi.

Nah, banyak yang tanya di Instagram saya gimana caranya dan naik apa ke sini. Sekarang Qatar Airways sudah buka penerbangan baru ke Adana, Turki; bisa dari Jakarta dan Denpasar (transit di Doha, Qatar). Saya berangkat dari Denpasar dengan durasi sekitar 10 jam perjalanan. Saya senang sekali dengan adanya penerbangan baru dari Qatar Airways ke Adana ini, karena bisa jadi lebih mudah bila ingin mengunjungi daerah Turki Selatan dari Indonesia. Selain itu, transitnya juga di Doha. Bila masih punya waktu, bisa extend dan jalan-jalan singkat di sana. Tulisan tentang Doha juga akan saya buat terpisah. Jadi, tunggu saja, ya!

Bersambung…

Advertisements

6 Comments

  1. “Saya rasa akan jarang ada orang Indonesia yang tertarik ke tempat-tempat seperti itu karena bagi orang kita lebih menarik ke tempat-tempat populer yang bisa buat foto-foto.” Haha bener sih, memang banyak yang begitu tapi bagi saya kalau jalan2 lebih enak beberapa hari di satu kota biar bisa menjelajah situs2 dan budayanya juga :D.

    Tertarik juga ke Kars, Van dan Mt. Nemrut, tapi berhubung mereka lebih “off the beaten track” dan dekat dgn perbatasan, jadi ragu juga ya karna alasan safety… haha.

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s