Hebohnya Ngumpul Bareng Orang Italia

Terakhir saya cerita kalau saya diajak makan bersama bareng teman-teman dekatnya Adriana. Wah, saya pikir ini bakal jadi pengalaman yang seru.

Sebelumnya, saya lumayan sering ngumpul dan makan bareng sama rekan kerja ala Prancis, karena saya pernah kerja di sebuah organisasi cross culture Indonesia-Prancis di mana atasan saya orang Prancis, kadang ada anak magang dari Prancis, dan kolega-kolega yang lokal juga sudah “terpengaruh” dengan budaya Prancis. Jadi, saya sudah biasa dan tahu gaul sama orang Prancis itu seperti apa.

Nah, kali ini ngumpul bareng ala orang Italia pengalaman pertama saya. Ini juga kali pertama saya diundang seperti tamu istimewa. Saya jadi merasa tersanjung sekali. Dari sini juga saya jadi tahu lebih banyak bagaimana orang Italia berinteraksi dalam kehidupan sosial mereka.

Orang Italia terkenal agresif saat bicara. Selain bersuara keras, mereka juga bicara dengan gestur (gerakan tangan, mata, dan ekspresi wajah). Kalau tidak terbiasa, seakan-akan mereka bicara seperti marah-marah, apalagi kalau sudah diskusi atau debat sama orang. Salah-salah orang yang tak terbiasa bisa tersinggung. Saya pun sempat awkward waktu makan di rumah Adriana. Biasalah, saat makan pasti sambil ngobrol. Adriana dan suaminya. Namun, karena itu pertama kali saya melihat langsung interaksi orang Italia asli, saya kaget. Saya pikir mereka lagi marahan sampai ngomongnya keras begitu, dan pakai tunjuk-tunjuk tangan segala. Ternyata mereka cuma diskusi biasa. Buset, diskusi biasa aja seperti itu, gimana marahan beneran? Hihihi.

Katanya kalau sudah diundang makan sama orang Italia artinya kita dianggap seorang yang istimewa dan seperti saudara sendiri. Inilah yang saya rasakan saat diajak makan bareng teman-teman dekat Adriana di Sestriere, dekat dengan Italian Alps di Utara Italia.

Banyak orang juga bilang orang Barat itu individual dan tidak peduli dengan orang lain. Ini juga yang saya kira akan terjadi dengan orang Italia. Namun, pemikiran ini sirna saat saya berada di sana. Orang Italia lebih hangat dari orang Eropa lainnya, mungkin karena negaranya terletak lebih di Selatan, jadi lebih hangat secara cuaca. Selain itu, mereka juga lebih terbuka. Topik apapun boleh dibicarakan, bahkan tentang agama yang biasanya bagi orang sana sesuatu yang pribadi. Dan yang bikin saya terpana, mereka heboh. Terkesan sangat seru, festive, dan meriah.

Kehebohan pun terjadi saat acara makan bersama. Makan bersama orang Italia juga menganut paham potluck, di mana tiap keluarga yang diundang mesti membawa jenis makanan atau minuman apapun boleh. Setelah gabung makan bersama mereka selama beberapa lama, saya merasa kalau makan bersama orang Italia hampir mirip dengan makan-makan ala orang kita. Mungkin bedanya kalo di sini lebih sering ngomongin orang ketimbang topik-topik berat, karena tentu saja lebih seru. Hahaha. Namun, kehebohan yang tidak saya rasakan dengan di sini, yaitu kembali lagi saat mereka berdebat dengan suara keras sampai nunjuk-nunjuk tadi itu. Hampir selama makan mereka seperti itu. Dan saat saya lagi asyik-asyiknya nyemilin keju dan bakso goreng dengan mulut penuh, tiba-tiba salah satu dari mereka menyodorkan saya pertanyaan sulit, “Sada, gimana menurutmu tentang integrasi dan keadaan politik di negaramu? Apa di sana juga sama seperti di sini, khususnya banyak imigran yang datang dan sering memunculkan masalah?” Mampus!

Apa kalian juga punya pengalaman yang sama makan bareng orang asing?

Advertisements

1 Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s