Impulsif ke Malang

Dari beberapa bulan lalu, saya sudah merencakan liburan bersama teman saya karena kebetulan dia akan libur sebulan dan saya juga sudah butuh liburan. Awalnya, kami berencana untuk traveling ke luar negeri saja, yaitu road trip dari Thailand, lalu ke Laos, dan berakhir di Vietnam. Kami pun sudah melakukan research, mencari dan berbagi informasi sebanyak dan sedetil yang kami bisa. Pokoknya sudah 80% yakin. Walau dengan budget kami yang pas-pasan, kami yakin sanggup bertahan selama beberapa minggu di sana. Saya pun sudah semangat karena saya belum pernah ke negara-negara tersebut dan road trip pula. Pasti akan seru sekali, pikir saya.

Hari demi hari berlalu dan sudah mendekati waktu rencana kami untuk berangkat, tidak ada kabar dari teman saya dan saya pun cukup sibuk saat itu. Wah, cerita bakal batal, nih, rencana dan akan menjadi sekadar wacana forever. Ya sudahlah, sepertinya rencana ini akan dilakukan lain kali saja, saya sudah berpasrah. Namun, tiba-tiba teman saya berkabar dan kami pun akhirnya ketemuan.

“Jadi gimana, nih? Kita jadi jalan-jalan gak?” tanya saya.

“Jadi dong, yuk, masa liburan sebulan gak ke mana-mana, sayang  banget” jawab teman saya.

“Enaknya ke mana, dong, ya? Kalo jadi road trip ke luar negeri udah gak keburu lagi dan sayang banget kalo cuma beberapa hari” saya jawab lagi.

“Hmm…”

“Hmmm…”

“Ke Malang aja, yuk?” cetus teman saya.

“Eh, boljug, tuh! Lagian dekat dan di sana banyak tempat wisata oke, gak bakal ngabisin banyak duitlah”

“Yaudah, cus!”

Seperti itulah keimpulsifan kami, tiba-tiba ketemuan dan langsung merencanakan trip singkat ke Malang tanpa pikir panjang.

Setelah itu, kami langung cari tiket pesawat (pergi aja, pulang belum beli. Yang penting berangkat dululah. HAHA!) dan booking hostel. Pokoknya kilat. Inilah yang seru dari orang kita, rencana hanya wacana tapi saat tak berencana kitanya jalan ke mana. #Apeu

Saya juga sempat tanya ke teman-teman di Instagram tempat wisata oke di Malang, dan saya berterima kasih banget karena saya diberi tahu banyak tempat oke selama di Malang, baik wisata alam maupun kuliner. Ma kasih, ya, guys! 😉

Selama empat hari di Malang, saya main ke beberapa tempat yang sebenarnya sudah tidak asing, tapi saya rasa masih banyak orang yang belum tahu dan ogah ke sana. Kali ini, saya akan bahas tempat-tempat wisata saja, untuk kuliner akan saya bahas di tulisan lain. Jadi, tempat-tempat mana saja yang saya kunjungi, berikut ulasannya.

  • Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

Saya bersyukur kami akhirnya pergi ke Malang, karena ini jadi kesempatan saya untuk main ke Bromo yang sudah sejak lama ingin saya lakukan tapi tak kunjung jadi. Memang bisa dibilang saya telat ke sini, tapi mau telat atau tidak buat saya tidak jadi masalah, karena bukan siapa yang lebih dulu jadi lebih keren, kan? Karena tidak pengin ribet dan agar semuanya praktis dan terkendali, kami memutuskan untuk pakai jasa tur saja.

Bagi yang sudah pernah ke Bromo, pasti tahu kalau yang paling ditunggu-tunggu di sana itu menyaksikan matahari terbitnya. Itu pun yang ingin saya saksikan. Hanya saja, saya tidak menyangka kalau akan ada orang sebanyak itu di sana. Buset, mana di atas ternyata dingin bener, ngalah-ngalahin musim dingin di Eropa (menurut saya). Namun, memang saat matahari terbit muncul dari ufuk Timur, pemandangan itu sangat indah. Sebelum sunrise, saya juga sempat motret langit dengan harapan bisa dapat Milky Way, tapi sayang waktu itu tidak ada tanda-tandanya muncul. Ya sudah, yang penting bisa foto langit berbintang di Bromo sudah jadi nyata saja saya sudah senang.

View this post on Instagram

It’s still not a perfect shot, but I’ve tried my best. I struggled taking this shot, literally. Although I didn’t get the Milky Way, but picturing this view under the stars made me feel happy and thankful. Being up here and witnessing this alone has been a bless, actually. I was so lucky. #SadawayansTravels . . . . . . #vsco @vsco #vscocam #vscofilm #Malang #exploremalang @exploremalang #Indonesia #Nusantara #Hellonusantara @hellonusantara #Asia #beautifuldestinations @beautifuldestinations #agameoftones @agameoftones #modernoutdoors @modernoutdoors #fantastic_earth @fantastic_earth #passionpassport @passionpassport #stayandwander @stayandwander #discoverearth #createandexplore @createexplore #livefolkindonesia @folkindonesia #mountbromo #bromo #mountain #stars #sunrise

A post shared by S A D A W A Y A N S (@sadawayans) on

Setelah itu, kami turun ke bawah kawasan Bromo tempatnya banyak spot khas Bromo, seperti Pasir Berbisik, Padang Savana, Bukit Teletubbies, Kawah Bromo, dan lain-lain. Katanya di sana juga ada air terjun bernama Air Terjun Madakaripura yang katanya keren abis, cuma saya tidak sempat ke sana. Gak masalah, yang penting saya bisa naik kuda. Hehehe.

Karena saya ke sini saat musim kemarau, jadi Padang Sabananya tidak sehijau yang saya kira, cenderung kering dan gersang, tapi saya tetap menikmatinya.

Tips dari saya, kalau kalian tidak ingin repot, pakailah jasa tur, karena memang lebih praktis. Carilah tur yang harganya sudah termasuk sewa jip dan kalau bisa dapat makan juga. Karena sebenarnya harga sewa jip inilah yang mahal. Selain itu, di bawah sana sulit dapat makan yang benar, memang ada warung tapi mereka hanya jual makanan kecil. Kalau kalian bareng teman akan lebih oke lagi buat bagi biayanya, untuk menghemat juga.

  • Coban Sewu

Hari berikutnya, saya main ke Coban Sewu alias Air Terjun Sewu yang jaraknya sekitar 2 jam naik mobil dari Kota Malang. Bersyukur banget karena ayah teman saya ikut serta dan bawa mobil, alhasil jadi lebih gampang ke sananya.

Sebenarnya, menemukan Coban Sewu ini tidaklah sulit. Jalannya lurus-lurus saja dan sudah banyak ada tanda untuk ke sini. Yang menantang justru kalau ingin turun ke bawah air terjunnya. Bila kalian dari arah Kota Malang, cari jalan ke arah Kabupaten Malang, lalu dari sana ikuti saja perintah dari Google Maps. Saya yakin pasti sampai. Hehehe.

Bagi saya, Coban Sewu ini wisata air terjun yang paling menantang. Gimana gak, untuk turun sampai ke bawah harus menuruni sekitar 10 tangga tradisional curam nyaris vertikal berupa bambu yang di-double dengan besi pipih! Saya sarankan, turunlah kalau memang kalian merasa yakin, orang berumur lebih dari 30an tidak disarankan turun, apalagi bawa anak kecil, jangan. Teman saya sandalnya sampai jadi korban saat sampai di bawah, karena saat itu arus air deras dan banyak batu besar, jadilah sampai nyeker. PR banget, kan, buat naiknya lagi? Waduh! Jadi, jangan lupa juga untuk pakai sandal trekking yang kuat.

View this post on Instagram

Another most beautiful yet challenging waterfall I’ve ever visited. Coban Sewu has such an amazing view, not only from up above but also from down below (even more beautiful than I thought). The most important thing to me, however, climbing those almost vertical made of bamboo mixed iron stairs ups and downs was totally worth it, indeed! You must try yourself. 😬 #SadawayansTravels . . . . . . #vsco @vsco #vscocam #vscofilm #Malang #exploremalang @exploremalang #Indonesia #Nusantara #Hellonusantara @hellonusantara #Asia #beautifuldestinations @beautifuldestinations #agameoftones @agameoftones #modernoutdoors @modernoutdoors #fantastic_earth @fantastic_earth #passionpassport @passionpassport #stayandwander @stayandwander #discoverearth #createandexplore @createexplore #livefolkindonesia @folkindonesia #cobansewu #waterfall

A post shared by S A D A W A Y A N S (@sadawayans) on

Namun, memanglah tiada perjuangan tanpa pengorbanan. Sampai di bawah pemandangannya sungguh indah. Tidak hanya pemandangan yang indah, tapi juga suasana yang tenang dan segar dengan suara gemericik air terjun yang dari jauh saja sudah bikin basah. Kalau ingin meditasi, saya rasa tempat ini sangat cocok. Pokoknya kalau kalian ke Malang, jangan lupa mampir ke Coban Sewu ini. Mesti banget dicoba. Oya, untuk masuk ke sini cuma perlu bayar Rp10.000 saja.

  • Kampung Warna-Warni Jodipan

Jujur saja, awalnya saya skeptis tentang tempat ini. Saat lihat referensi dan foto-foto dari internet, saya tidak begitu tertarik. Tampak biasa saja dan tidak menarik. Namun, karena hostel saya berlokasi tidak jauh dari kampung ini, jadi kenapa tidak mampir saja pikir saya.

Usut punya usut, sebelum jadi “hidup” seperti sekarang ternyata dulunya kampung ini memiliki reputasi yang buruk. Banyak kriminalisasi dan tidak aman, bahkan bagi warga sekitar kampung pun. Syukurlah sekarang warga kampung sudah “sadar” dan “melek” untuk membangun kampungnya menjadi tempat wisata dan sumber mata pencaharian bagi penduduk kampung sendiri. Senangnya melihat hal ini.

Kampung Warna-Warni ini sebenarnya terdiri dari dua kampung yang berbeda, yang dihubungkan dengan jembatan kaca. Maka dari itulah, untuk masuk ke kampung ini juga bisa dari dua arah. Bila masuk dari kampung sebelahnya untuk masuk ke kampung warna-warni 3D, mesti melewati jembatan kaca tadi dan mesti bayar lagi tapi tidak mahal, Rp3.000 saja. Selain itu, saat masuk ke kampung 3D harga tiket masuknya juga tidak mahal, kalau tidak salah Rp2.000 saja. Tiket masuknya bukan berupa karcis melainkan  gantungan kunci buatan masyarakat kampung. Unik juga dan bisa jadi oleh-oleh.

Kalau kalian suka foto-foto, kampung ini sangat fotojenik buat saya karena bisa ambil foto dari berbagai perspectif dan hasilnya pun berbeda. Sebenarnya ini pintar-pintarnya kita saja mengambil fotonya, sih. Karena kampung ini sangat berwarna-warni, selalu ada hal baru di setiap sudut, jadinya bagus-bagus aja pas dijepret. Bagi saya, sih. Hehehe.

View this post on Instagram

Strolling around Kampung Warna Warni Jodipan in Malang was fun. This village is unique, but previously it was just a village with bad reputation. Now, it’s so colorful, bright, and alive! The people also take part to maintain their village to become one of the most friendliest tourist attractions in the city. I’m so happy to see this and it cheers my day. Happy weekend, guys! ✨ . PS. Have you been to this place? #SadawayansTravels . . . . . . #vsco @vsco #vscocam #vscofilm #Malang #exploremalang @exploremalang #Indonesia #Nusantara #Hellonusantara @hellonusantara #Asia #beautifuldestinations @beautifuldestinations #agameoftones @agameoftones #modernoutdoors @modernoutdoors #fantastic_earth @fantastic_earth #passionpassport @passionpassport #stayandwander @stayandwander #discoverearth #createandexplore @createexplore #livefolkindonesia @folkindonesia #kampungwarnawarni #kampungwarnawarnimalang #kampungwarnawarnijodipan #jodipan

A post shared by S A D A W A Y A N S (@sadawayans) on

 

Intinya, kalau lagi di Malang, main ke Kampung Warna-Warni Jodipan ini gak mengecewakan, kok. Lumayan banget bagi saya. Selain itu, juga murah. Lama-lama di sini juga betah.

Di tulisan selanjutnya, saya akan kasih tahu rekomendasi tempat makan enak di Malang yang saya coba. Baru bayangin saja saya sudah keinget enaknya makanan-makanan itu. Slurp! Ditunggu, ya! Hehehe.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s