Itinerary Jepang Lengkap Bagi First Timer (Plus Tips Traveling Hemat Selama di Jepang)

Beberapa tahun belakangan Jepang menjadi salah satu negara primadona untuk dikunjungi bagi wisatawan dunia, termasuk wisatawan Indonesia. Sudah banyak juga agen wisata yang menawarkan paket jalan-jalan murah ke Jepang dengan berbagai kemudahannya.

Memang akan jauh lebih mudah kalau ikut paket tur dari agen wisata, karena kita tinggal bayar dan ngikut aja nanti akan dibawa ke mana. Namun, di sisi lain kita jadi tidak bebas mau pergi ke suatu tempat dan kadang pun waktunya dibatasi, kecuali ikut tur yang private.

Nah, kalau kalian baru pertama kali ke Jepang dan pengin atur perjalanannya sendiri, saya akan kasih itinerary versi saya yang bisa kalian unduh di akhir tulisan ini. Selain itu, saya akan kasih tips juga bagaimana cara traveling hemat tapi juga nikmat selama di Jepang. Namun, tetap diingat kalau ini versi saya, bisa diikuti mentah-mentah atau diambil yang cocok buat kalian saja lalu sisanya kalian modifikasi sendiri sesuai keinginan dan kebutuhan. Oya, perlu diingat, itinerary saya ini perjalanan untuk 2 minggu dan di saat musim gugur.

Karena saya juga baru pertama kali ke Jepang, tentu wajib mengunjungi Golden Triangle-nya Jepang, yaitu Tokyo, Kyoto, dan Osaka. Saya juga menghabiskan beberapa hari di Hakone dan mencoba mandi onsen-nya yang bikin kangen, dan kalau masih sempat, bisa main ke Yokohama, Ibaraki dan Nikko. Sebenarnya bagi first timer berapa hari pun tidak masalah karena disesuaikan dengan budget masing-masing orang juga, tapi menurut saya seminggu akan masih terasa kurang, yang paling ideal itu dua minggu. Jadi, kalau ingin menjelajahi Jepang selama 2 minggu, pastikan punya dana yang cukup juga.

Jepang memang negara yang mahal, ini tidak bisa dielakkan lagi. Namun, jangan khawatir, ini masih bisa disiasati, kok. Saya pun ke sana sebenarnya dengan budget yang cukup terbatas, tapi mau tidak mau saya tetap harus bisa survive tapi juga enjoy. Gimana caranya? Nih, saya kasih tips-nya.

  • Hemat Makan. Harga makanan di Jepang termasuk mahal, belum lagi ditambah pajak. Cara hemat makan ala saya, saya cuma makan yang “bener” sekali sehari dengan budget tidak lebih dari 1000 Yen. Yang paling hemat makan di warung chinese food, karena bisa makan bener dan enak cuma sekitar 600-800 Yen plus pajak dengan porsi yang lumayan dan dengan pilihan menu bervariasi. Kalau makan makanan khas Jepang bisa lebih dari 1000 Yen plus pajak. Alternatif lain, makan di Yoshinoya. Rice bowl-nya yang terkenal itu untuk ukuran M hanya 380 Yen, dan ukuran L 680 Yen. Kalau kalian gak bosan makan itu-itu terus, sih, ini bisa dicoba. Atau alternatif lainnya lagi, bisa beli makanan yang dijual di minimarket, seperti 7/11, Family Mart, atau Lawson yang katanya setelah pukul 9 malam biasanya ada diskon sampai 50%! Kalau mau makan makanan yang dijual di sana di atas jam tersebut, kalian bisa lebih hemat lagi. Hahaha. 
  • Hemat Akomodasi. Kalau mau hemat, tentu kalian mesti pilih mengingap di hostel saja. Walau begitu, jangan sedih karena kualitas hostel di Jepang rata-rata sudah sangat bagus: bersih, lengkap, dan nyaman. Tarifnya juga masih masuk akal, sekitar 200-300 Yen per malam, dan kebanyakan sudah menyediakan sabun, sampo, bahkan sikat dan pasta gigi gratis. Selain itu, yang saya amati selama menginap di beberapa hostel di beberapa kota di Jepang, fasilitas pengering rambut selalu tersedia, gratis pula. Kalau dibandingkan dengan di Eropa, sangat berbeda. Malah, pas di Osaka saya ketiban untung dikasih potongan harga, gratis handuk, dan disuguhi teh ala Jepang oleh ibu penjaga hostelnya, karena tahu saya bicara bahasa Jepang. Rezeki anak soleh banget! Bisa bahasa negara setempat untuk ramah-tamah juga bisa jadi tips berhemat, lho, kalau beruntung. Hehehe. Kalau punya teman orang Jepang atau teman yang tinggal di Jepang, bisa kontak mereka dan minta nebeng di tempat mereka. Itu pun kalau masih ada ruang, secara apartemen di Jepang, kan, kecil dan sempit. Atau cara lain lagi, kontak teman yang bersedia tempatnya diinapi lewat couch surfing.
  • Hemat Belanja. Kalau kalian pergi ke combini alias minimarket di Jepang, seperti 7/11, Family Mart, atau Lawson, di tiap barang akan terlihat dua jenis harga: harga sebelum pajak dan harga setelah pajak. Selalu lihat harga yang sudah termasuk pajak. Cara tahunya dengan melihat harga yang didahului oleh huruf kanji, biasanya ada di sebelah harga sebelum pajak yang tidak ada huruf kanjinya. Harga inilah yang akan harus kalian bayar nantinya. Jadi, jangan sampai tetipu kayak saya. Duh! Yang bikin laper mata itu, barang-barang yang dijual sangat unyu-unyu dan bawaannya pengin beli. Jadi, kuatkan iman kalau mau belanja. Kalau memang pengin banget beli sesuatu yang lucu atau jajanan unik, beli saja di Daiso (toko 100 Yen). Selain murah, kualitas barangnya juga cukup berkualitas asal pintar pilihnya.
  • Hemat ke Tempat-tempat Wisata. Jalan-jalan gratis di Jepang sebenarnya gampang, main saja ke taman-tamannya. Selain gratis, pemandangannya juga bagus di berbagai musim, dan bisa melakukan banyak kegiatan di sana. Rata-rata biaya masuk ke kuil-kuil di Jepang sekitar 400-600 Yen. Bayangkan saja kalau bayar segitu ke banyak kuil di sana, pasti berat ongkos juga. Triknya, pilihlah kuil atau museum yang memang pengin banget kalian kunjungi, tidak perlu kalap. 

Saya rasa segitu cukup tips-nya ala saya, dan silakan unduh itinerary yang saya buat di bawah sini. Semoga bermanfaat, ya! 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s