Tips Mengelola Keuangan Agar Tetap Bisa Menabung, Traveling, dan Menikmati Hidup

Saya yakin para travelers seluruh dunia pasti ingin punya banyak uang agar tetap bisa traveling. Jangankan travelers, orang biasa pada umumnya juga pasti ingin begitu. Walau uangnya tidak digunakan untuk jalan-jalan, yang pasti kebutuhan lain menanti untuk dimiliki atau dijalankan.

Seperti judul tulisan ini, saya pengin membagi pengalaman dalam mengelola keuangan saya, walau saya pun masih perlu belajar banyak. Ini hanya sekadar berbagi pengalaman pribadi, yang saya rasa sampai saat ini berhasil saya lakukan. Mudah-mudahan kalian yang sedang kebingungan, kewalahan, atau masih sulit mengatur keuangan bisa mengambil sesuatu dari tulisan saya ini.

Pada dasarnya, tiap orang mesti punya lebih dari satu rekening, karena akan lebih mudah mengatur dan mengontrolnya. Selain itu, resiko jadi boros pun akan jadi berkurang. Kalau saya saat ini punya tiga rekening dari bank yang berbeda, di mana saya menyimpan dana tabungan (termasuk dana darurat), dana traveling, dan dana menikmati hidup alias dana untuk biaya hidup sehari-hari. Sederhananya, saya membagi pendapatan saya dengan metode 30-30-40. Ini bisa kalian atur sesuai keinginan dan kebutuhan masing-masing, lho. Baiklah, tanpa panjang lebar lagi, yuk, bahas lebih lanjut.

Dana Tabungan

Dana pertama yang saya rasa paling penting untuk dimiliki, yaitu dana tabungan. Tidak aman dan bahaya rasanya kalau pendapatan habis begitu saja tanpa disisihkan untuk tabungan. Tentu dana tabungan ini akan dipakai di masa depan, bekal di hari tua, dan termasuk dana darurat. Dana darurat akan sangat berguna kalau misal-misal kita ada dalam keadaan yang tidak diinginkan. Misal, kecelakaan, jobless, atau kondisi darurat lainnya. Beberapa orang memisahkan dana tabungan dan dana darurat untuk alasan tertentu. Namun, saya rasa menggabungkannya pun tidak masalah asal pandai mengaturnya.

Sesuai dengan metode 30-30-40, untuk dana tabungan ini saya sisihkan 30% dari pendapatan saya. Namun, bila saya lagi beruntung, seperti dapat bonus misalnya, kadang saya sisihkan 40% dari pendapatan. Intinya, tergantung situasi dan kondisi saja. Dinamis saja. Harap diingat, kalau bisa dana tabungan ini mesti didiamkan alias jangan sering-sering diambil. Tujuan memiliki dana tabungan agar punya saving di saat genting dan benar-benar dibutuhkan, bukan? Jadi, disiplin dan tegaslah terhadap diri sendiri. Rule is rule.

Dana Traveling

Karena saya seorang yang hobi traveling dan puji syukur sekarang sudah menjadi pekerjaan, di sini saya prioritaskan punya dana khusus untuk jalan-jalan. Kalau kalian punya prioritas atau fokus yang beda, silakan menggantinya dengan prioritas dan fokus masing-masing.

Saya selalu sisihkan 30% dari pendapatan untuk dana traveling ini. Tiap kali hendak pelesiran, saya akan selalu melihat saldo yang ada di sini. Kalau sedang banyak, saya bisa pergi ke negara maju, yang tentu saja berbiaya hidup mahal, tapi kalau sedang pas-pasan saya jalan-jalan ke negara-negara yang dekat dan murah saja atau main di dalam negeri saja.

Yang penting di sini, selalu sesuaikan budget yang dimiliki untuk traveling. Jangan pernah memaksakan diri, apalagi sampai ngutang. Karena buat saya traveling is not a competition. Semampunya saja. Namun, kalau misal punya kartu kredit bisa juga memanfaatkannya, asal setelah pakai langsung bayar lunas. Tahu sendiri, kan, kartu kredit itu berbunga. Makin sering bayar minimal, makin berbunga juga hutangnya, yang malah bikin hutang makin numpuk,

Dana Menikmati Hidup

Yang terakhir dan tak kalah penting, yaitu dana untuk menghidupi kehidupan sehari-hari alias dana menikmati hidup. Untuk apa kerja banting tulang kalau hasilnya tidak bisa dinikmati sendiri, bukan? Untuk dana ini, mestinya bisa disesuaikan dengan gaya hidup masing-masing. Kalau saya biasanya menyisihkan 30-40% dari pendapatan, tergantung berapa pendapatan yang saya dapat, sih, Namanya juga freelancer. Hehehe.

Selain untuk menghidupi kehidupan sehari-hari selama sebulan, dana menikmati hidup ini juga saya gunakan untuk beli pulsa, bayar listrik, top up, dan shopping. Kalau saya lagi pengin beli sesuatu, saya akan selalu lihat saldo yang ada di dana ini. Kalau cukup beli, kalau tidak tahan dulu. Dengan begitu, saya tidak akan jadi konsumtif dan akan tahu mana barang yang benar-benar saya butuhkan atau yang hanya sekadar pengin. Penting juga untuk membiasakan punya cash yang cukup tiap minggunya di dompet dengan tujuan agar tidak dikit-dikit gesek debit. Mengontrol itu penting.

Nah, begitulah cara saya mengelola keuangan yang puji syukur sampai saat ini belum bikin saya repot. Repotnya paling kalau lagi berpendapatan kecil saja, sih. Hehehe.

Saya harap tulisan ini bisa membantu atau jadi referensi bagi kalian yang masih kesulitan mengelola keuangan. Bila ada yang ingin ditambahkan dari tulisan ini, jangan ragu untuk komen di kolom komentar, ya! Saya tunggu saran dari kalian.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s