Kutukan Jadi Suggested Users Instagram

Kalau dihitung-hitung, saya sudah delapan tahun main Instagram, yaitu sejak tahun 2011. Namun, baru aktif secara “profesional” mulai 2012, sampai akhirnya mendapat pengakuan sebagai seorang Instagrammer di tahun 2014 sampai sekarang. Lumayan panjang juga perjalanan karir saya sebagai Instagrammer. Delapan tahun itu waktu yang cukup panjang, sudah macam relationship saja.

Selain memang karena saya aktif di Instagram dengan membagian foto dan berbagi pengalaman traveling dan hal personal lainnya, Instagram juga berperan penting dalam perjalan saya sebagai Instagrammer. Setahu saya, sejak awal mula Instagram berdiri, mereka memberi kesempatan bagi para Instagrammers aktif yang memiliki feed oke atau kata lainnya yang foto-fotonya memberi inspirasi bagi pengguna Instagram lainnya dengan men-suggest mereka agar di-follow oleh pengguna baru. Istilahnya sebagai Suggested Users (SU).

Saya beruntung menjadi salah satu dari Instagrammer terpilih itu. Tidak hanya sekali, saya bahkan menjadi Suggested Users dua kali, yaitu di tahun 2014 dan 2015. Waktu itu bisa jadi SU merupakan hal yang sangat wah dan berasa terkenal karena mendapat pengakuan dari Instagrammer lainnya dan memiliki followers yang berpuluh-puluh ribu. Selama dua minggu, saya di-follow oleh banyak pengguna sampai saya matikan notifikasi karena bikin baterai ponsel boros. Berasa kece bener, deh. Peluang juga banyak datang dan saya bisa jadi dapat duit hanya karena main Instagram. Keren, kan?

Notifikasi yang dikirim langsung oleh Instagram via DM kepada para Suggested User.

Namun, enaknya menjadi seorang Suggested Users (SU) Instagram tidak bertahan lama alias hanya sementara. Setelah beberapa bulan, followers saya jadi banyak yang tidak aktif, bahkan ada akun-akun yang palsu. Waduh, kenapa bisa begitu?

Usut punya usut, followers yang saya dapat dari bantuan Instagram itu pengguna yang terjaring secara random alias acak dan tidak sesuai niche saya, yaitu travel atau lifestyle. Jadi, siapapun itu mereka bakal follow saya, bahkan banyak yang foto profilnya aneh dengan daftar follower sedikit tapi following banyak. Biasanya, akun seperti ini itu akun yang hanya akan mem-follow orang sementara, lalu mereka akan meng-unfollow lagi bila daftar followers mereka sudah banyak. Sialan bener, kan?!

Karena banyak Suggested Users Instagram yang mengalami hal serupa, akhirnya pada tahun 2016 Instagram menghentikan program ini, bahkan Instagram ikut membantu menghapus akun-akun bodong alias ghost followers tersebut dengan tujuan agar Instagram tetap bersih dari hal-hal yang tidak diinginkan yang bisa saja membahayakan pengguna Instagram yang aktif dan yang jalannya lurus (seperti saya misalnya).

Dampaknya apa? Tentu yang dulu followers-nya banyak jadi berkurang drastis karena banyak dari followers yang sebenarnya ghost followers sudah dienyahkan dari muka bumi perinstagraman oleh Instagram sendiri. Selain itu, meski bukan ghost followers ada juga yang akunnya bukan akun palsu tapi sudah tidak aktif saja. Yang seperti ini tidak bisa dihapus oleh Instagram. Jadi, kesannya masih punya banyak followers tapi akun tersebut tidak akan aktif atau terlibat engagement saat kita mem-posting sesuatu. Alhasil, banyak Instagrammer dengan followers banyak tapi likes-nya sedikit. Kadang sampai banyak tudingan kalau mereka beli followers. Saya pun masih sering dituduh begitu oleh orang yang baru main Instagram. Hiks. Padahal bukan salah saya, kan?!

Jadi, sekarang bagaimana solusinya menghadapi kutukan Suggested Users Instagram ini? Yah, terus saja berkarya dengan postingan yang baik, sesuai niche, tidak memaksakan, dan yang syukur-syukur bisa menginspirasi orang lain. Dengan begitu, follower baru yang organik dan benar-benar sesuai niche akan muncul dan jadi follower setia (aamiin). Santuy sajalah, toh, follower tidak akan dibawa mati dan tidak akan bantu bayar cicilan kalian, kan? Jadikan Instagram sesuai eksistensi seperti pada awal terbentuk: Instagram is just for fun.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s